Kamis, 13 Oktober 2011

Kathina Puja


Apakah itu hari Kathina? Di kalangan umat Buddha, hari Kathina dirayakan pada bulan Oktober dan November, di akhir masa Vassa, yakni di akhir masa musim hujan di negara Buddhis.
Selama musim hujan ini, para Sangha (persekutuan Bhikkhu Buddhis) akan menyendirikan/mengasingkan diri mereka sendiri untuk mengasah dan mengolah pengetahuan Dhamma mereka dan ber-Meditasi (bisa di dalam satu vihara saja atau di dalam hutan), dan juga berusaha untuk tidak keluar dari tempat pengasingan mereka kecuali diharuskan/diperlukan sekali. Musim hujan biasanya di mulai 3 bulan sebelum bulan Oktober, yaitu dari bulan Juli (berdasarkan tanggalan di negara Buddhis).
Setelah para Bhikkhu menyelesaikan pengasingan diri mereka selama musim hujan ini, mereka akan keluar kembali ke masyarakat umum, dan pada umumnya para umat Buddhis akan merayakan hal tersebut dengan mempersembahkan kain/jubah dan segala kebutuhan dasar kepada para Bhikkhu, dan masa itu lah yang dinamakan dengan Hari Kathina, yang terkadang sering disebut sebagai “Berkah Kathina”. Hari Kathina ini biasanya dirayakan oleh semua umat Buddhis dari bulan Oktober sampai November.
Cerita di balik hari Kathina ini ada disebutkan di dalam kitab suci agama Buddha. Pada jaman Sang Buddha, para Bhikkhu biasanya akan tetap menyebarkan Dhamma Sang Buddha kepada masyarakat walau pada musim hujan. Akan tetapi masyarakat mengeluh karena tanaman sayur-sayuran dan padi mereka pun terinjak-injak oleh para Bhikkhu yang sedang lewat. Sehingga, Sang Buddha pun meminta para Bhikkhu untuk tidak berpergian lagi selama musim hujan ini untuk tidak menganggu dan merusak sawah masyarakat disekitarnya, dan manfaatkan masa tersebut untuk memperdalam pengetahuan Dhamma dan Meditasi mereka.
Tak lama setelah itu, ada 30 Bhikkhu yang ingin bertemu dengan Sang Buddha dan menyelesaikan masa Vassa (musim hujan) tersebut bersama Sang Buddha. Tetapi, musim hujan telah tiba dan 30 Bhikkhu tersebut pun belum sampai di tempat Sang Buddha berada, sehingga mereka harus menyinggah di suatu tempat dan menunggu sampai musim hujan ini berlalu. Pada saat Sang Buddha mendengarkan berita ini, setelah musim hujan ini selesai, Sang Buddha mengirimkan kain-kain kepada 30 Bhikkhu tersebut untuk mereka jahit menjadi jubah. Para Bhikkhu tersebut menjahit banyak jubah baru dari kain yang diberikan oleh Sang Buddha dengan menggunakan Kathina, yaitu alat untuk menyebarkan kain di dalam rangka dan menjahit kain-kain tersebut untuk membentuk suatu jubah.
Di jaman ini, para umat Buddha tetap meneruskan tradisi pemberian kain/jubah kepada para Bhikkhu Buddhis. Kain-kain yang diberikan adalah untuk semua komunitas Bhikkhu Buddhis di tempat tersebut, yang biasanya diberikan kepada 2 Bhikkhu untuk dibuatkan menjadi jubah. Dua Bhikkhu tersebutlah yang kemudian akan memberikan jubah baru ini kepada Bhikkhu-Bhikkhu lain di vihara tersebut berdasarkan dengan kemajuan yang mereka telah dapatkan selama masa Vassa ini (dalamnya pengetahuan Dhamma dan Meditasi mereka).


Walaupun musim hujan ini tidak berlaku di banyak negara lain, tetapi tradisi Masa Vassa (Rain Retreat) ini tetap diadakan di kalangan umat Buddha. Dan walaupun musim panas dan awal musim gugur adalah masa-masa paling kering di California, DhammaCakraTra tetap mengadakan perayaan Hari Kathina untuk menandakan akhirnya musim ‘Hujan’ ini.
Perayaan Hari Kathina di DhammaCakraTra ini akan dimulai dengan kebaktian bersama, mengambil 5 sila (aturan) dan ceramah Dhamma (Dhammadesana) oleh para Bhikkhu yang telah diundang. Kemudian dilanjutkan dengan tradisi penyembahan hadiah kain/jubah atau kebutuhan dasar yang diperlukan oleh para Bhikkhu untuk tahun berikutnya.
Di jaman sekarang ini, umat Buddhis biasanya sudah tidak memberikan hanya kain saja kepada para Bhikkhu, melainkan langsung memberikan jubah yang sudah dijahit. Pada jaman Sang Buddha, jubah Sangha biasanya dibuat dengan menyatukan kain-kain yang dikumpulkan dari tanah kuburan, bekas bungkus mayat. Tetapi, di jaman sekarang, umat Buddhis sudah tidak melakukan hal tersebut dan hanya memberikan kain jubah yang baru dan bersih, terutama di Hari Kathina.

Bagaikan benih yang ditanam di ladang yang subur,
pasti akan tumbuh dengan subur.
Seperti itu pula kebajikan yang ditujukan
kepada para anggota Sangha,
akan berbuah dengan kebajikan pula.
Sabbe satta bhavanthu sukhitatta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar